Terima Kasih Atas Kunjungan dan comentnya

Terima Kasih Atas Kunjungan dan comentnya

Wednesday, July 13, 2011

JANGAN NODAI PONDOK PESANTREN!!!


Sebagai lembaga pendidikan, Pesantren merupakan media transformasi pendidikan Islam tertua di  Indonesia. Lembaga ini muncul bersamaan dengan proses Islamisasi yang terjadi di bumi Nusantara pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi, serta terus berkembang sampai saat ini.
Menurut Abd. A’la, ketahanan yang ditampakkan pesantren sepanjang sejarahnya dalam rangka menyikapi  perkembangan zaman menunjukkan, sebagai suatu system pendidikan, pesantren dianggap mampu berdialog dengan zamannya. Pada gilirannya hal itu telah menumbuhkan kepercayaan sekaligus harapan  bagi sementara kalangan,  pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan alternatif  pada saat ini dan masa depan.
Di lembaga pesantren didik ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu lain sebagai penyertanya, seperti pendidikan keterampilan. Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh para santari hasil dari belajar di pesantren dimaksudkan untuk membekali diri mereka kelak setelah keluar dari pesantren dan menjadi bagian dari masyarakat di mana mereka tinggal. Para santri diharapkan menjadi pelopor dalam menjawab segala tantangan yang ada di masyarakat. Mereka harus menjadi pelopor agen peruban (agen of change) demi kemajuan dirinya dan masyarakat lingkungannya. Mereka diharapkan memiliki pemikiran dan wawasan yang luas, berpikir rasional, demokratis, dan kontekstual.
Harapan tersebut akhir-akhir ini telah sengaja ditutupi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang yang memiliki pemikiran picik, sempit, kolot dan senantiasa memberikan penafsiran teks-teks agama hanya sebatas tekstual, tanpa memperhatikan konteksnya. Akibat dari pemikiran semacam ini, wajah pesantren menjadi suram dan menyeramkan.
Sebagai seorang yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren, saya sangat prihatin ketika sebagian pesantren memberikan pengajaran dan doktrin yang menjurus kepada prilaku bughat, anti pemerintah dan menebar kebencian kepada golongan lain. Padahal, sebagai lembaga yang mengajarkan nilai-nilai luhur ajaran Islam dan pewaris tunggal dalam menyebarkan ajaran rahmatan lil ’alamin, seharusnya keberadaannya di tengah-tengah masyarakat menjadikan atmosfir kehidupan masyarakat menjadi tenang, damai dan tidak dihinggapi rasa ketakutan.
Apa yang saya sampaikan di atas, didasarkan pada peristiwa baru-baru ini, terlepas dari benar dan tidaknya berita yang disampaikan oleh media, tentang meledaknya bom rakitan di Pondok Pesantren Umar bin Khattab, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin 11 Juli 2011. Apakah ini ajaran pesantren yang diwariskan ulama tempo dulu? Tentu tidak! Ini hanyalah oknum pesantren dan oknum orang-orang yang menamakan dirinya sebagai pejuang Islam.
Harapan saya dan harapan kita semua, semoga Allah SWT. membuka mata hati mereka dari kesalahkaprahan yang telah mereka lakukan. Akibat dari ulah mereka, tidak mustahil akan membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi pesantren-pesantren yang lain. Jangan nodai pesantren!!!

No comments:

Post a Comment