Terima Kasih Atas Kunjungan dan comentnya

Terima Kasih Atas Kunjungan dan comentnya

Thursday, September 15, 2011

Hadits Hubungan Iman Ihsan dan Hari Kiamat


A.     Pendahuluan
Iman merupakan sesuatu yang fundamental dalam keberagamaan seseorang, karena iman merupakan modal awal dalam kehidupan bergama. Tanpa keimanan, apa yang dilakukan seseorang tidak memiliki nilai, walaupun perbuatan itu termasuk kategori baik dan diperintah agama. Misalnya, seseorang non muslim bersedekah membantu seseorang yang memerlukan bantuan. Sedekah yang diberikan itu, tidak menjadikan pahala baginya. Oleh karena itu, ketika seseorang berkehendak untuk masuk Islam, hal pertama yang harus dilakukannya adalah membaca syahadat, sebagai ikrar atau pengakuan atas kebenaran atas kebenaran Islam, tanpa adanya syahadat maka belum dikatakan muslim.
Kualitas seseorang menurut Islam tidak dipandang sisi fisik dan keduniaan, tapi kualitas seseorang menurut Islam adalah dari nilai keimanannya. Keimanan seeorang tidak hanya terbatas pada pelaksanaan keenam rukun iman, akan tetapi dalam keenam rukun iman terdapat cabang-cabang iman yang harus dipenuhi oleh setiap orang sehingga mencapai derajat keimanan yang sempurna oleh karenanya, dengan kesempurnaan keimanan ini, seseorang akan sampai kepada derajat insan kamil (manusia paripurna).
Akan tetapi perlu diketahui, bahwa Islam, dan iman saja belumlah cukup dalam keberagamaan seseorang, tapi harus didukung oleh pendukung-pendukung lain sebagai penyempurna dan penguat keberagamaan seseorang, yaitu Ihsan. Oleh karenanya, ketiga unsur tersebut, yaitu Islam, Iman dan Ihsan merupkan trilogi dalam keberagamaan seseorang.
Mengenai hal ini, Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ  عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ : مَا اْلإِيْمَانُ ؟ قَالَ : ( اَْلإِيْمَانُ أَنْ تُـؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَبِلِقَاءِهِ وَبِرُسُلِهِ وَتُـؤْمِنَ بِالْبَعْثِ) قَالَ: مَا اْلإِسْلاَمُ ؟ قَالَ : (اَْلإِسْلاَمُ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَلاَتُشْرِكَ بِهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُـؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوْضَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ) قَالَ: مَا اْلإِحْسَانُ ؟ قَالَ : (أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ). قَالَ : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قَالَ : مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ ، وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا.  إِذَا وَلَدَتِ اْلأَمَةُ رَبَّهَا، وَإِذَا تَطَاوَلَ رِعَاةُ اْلإِبِلِ  وَالْبَهَائِمِ فِى الْبُنْيَانِ، فِى خَمْسٍ لاَيَعْلَمُهُنَّ إِلاَّ اللهُ) ثُمَّ تَلاَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَافِىاْلأَرْحَامِ وَمَاتَدْرِيْ تَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَاتَدْرِيْ نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ. فَقَالَ : (رَدُّوْهُ) فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا. فَقَالَ : (هـذَا جِبْرِيْلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ)
Dari Abi Hurairah r.a. dia berkata: “Nabi s.a.w. pada suatu hari sedang duduk bersama orang-orang, lalu datang seorang laki-laki”, kemudian dia berkata : “Apa itu Iman?” Nabi menjawab: “Iman adalah percaya kepada Allah, para malaikat-Nya, bertemu dengan-Nya, para Rasul-Nya, dan percaya akan adanya kebangkitan” Dia berkata lagi: “Apa itu Islam?” Nabi menjawab: “Islam adalah menyembah kepada Allah serta tidak menyekutukan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat wajib, dan puasa di bulan Ramadlan” Dia berkata lagi: “Apa itu Ihsan?” Nabi menjawab: “Menyembah Allah seperti halnya engkau melihat Dia, jika engkau tidak melihat-Nya maka Dia melihat kamu”. Kemudian dia berkata lagi: “Kapan Qiyamat? Nabi menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya tentang qiyamat lebih tahu daripada orang yang bertanya, dan aku akan memberitahumu tentang ciri-cirinya (saja), yaitu jika seorang budak perempuan (amat) melahirkan tuannya, dan jika orang-orang kampung, pengembala unta dan hewan ternak saling meninggikan bangunan, dalam yang lima (ciri qiyamah) tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah”. Kemudian Nabi s.a.w. membaca: “Sesungguhnya Allah pada-Nya pengetahuan (tentang) qiyamat, Dia menurunkan hujan, dan Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan seseorang tidak akan mengetahui apa yang dia kerjakan besok, dan tidak mengetahui pula di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Waspada”. Kemudian laki-laki itu berpaling (pulang), kemudian Nabi berkata: “Panggil lagi orang itu!” maka mereka para sahabat tidak melihat sesuatu apapun, kemudian Nabi s.a.w. berkata: “Dia ini adalah Jibril datang untuk memberitahu manusia tentang agamanya”.
Silahkan download selengkapnya!

No comments:

Post a Comment